Jakarta – Ketua Umum Ormas Tapal Kuda Nusantara Boloe Gibran, Prasetyo Eko Karso, mengeluarkan pernyataan mengejutkan terkait ancaman terhadap stabilitas pemerintahan Prabowo-Gibran. Ia mengklaim telah mendeteksi adanya skenario sistematis dari kelompok oposisi untuk menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto di luar jalur konstitusi, dengan target waktu yang disebutkan secara spesifik, yakni Juli 2026.
Dalam perbincangan "Ruang Diskusi" di Probolinggo Kota Jawa Timur yang dipantau redaksi, Pak Eko menilai bahwa oposisi telah melakukan pergeseran target operasi (shifting target). Awalnya, menurutnya, mereka gencar menyerukan "Impeach Gibran" dan "makzulkan Gibran" — namun gagal total karena tidak ada satupun dari lima syarat impeachment menurut konstitusi yang terpenuhi.
"Kemudian mereka merasa enggak bisa. Begitu juga mau mengimpeach Presiden Prabowo enggak bisa. Satu-satunya cara bagi mereka yang ingin segera berkuasa tanpa pemilu adalah dengan membangun kekacauan atau chaos," tegas Prasetyo Eko Karso, Senin (6/4/2026).

Pak Eko menyebut sejumlah tokoh publik, termasuk profesor politik dan pemilik lembaga survei, secara terang-terangan telah menyerukan konsolidasi untuk menjatuhkan presiden. Ia mengutip pernyataan Prof. Saiful Mujani yang dinilainya telah mengatakan bahwa menasihati Prabowo percuma dan satu-satunya jalan adalah menjatuhkan.
"Ini bukan lagi oposisi yang sehat. Ini provokasi anti demokrasi. Mereka membangun narasi seolah-olah kerja pemerintah ngawur, tanpa konsep. Padahal program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu visioner untuk menyongsong bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045," ujar Prasetyo.
Menurut Ketua Umum Tapal Kuda Nusantara itu, kegagalan oposisi menggoyahkan posisi Wapres Gibran membuat mereka frustrasi. Apalagi jika Prabowo-Gibran mampu memenangkan Pilpres 2029 dan Gibran maju sebagai calon presiden pada 2034, maka hasrat berkuasa oposisi harus "berpuasa" hingga 15 tahun ke depan.
"Inilah latar belakang provokasi yang semakin hari semakin gencar. Saya dengar ada yang sudah membuat skenario chaos pada Juli 2026. Itu bukan analisa, itu adalah timeline, sebuah jadwal. Artinya persiapan sudah dirancang dari sekarang," klaimnya.
Prasetyo Eko Karso kemudian mengajak seluruh elemen masyarakat dan pendukung pemerintah untuk tidak mudah terhasut, merapatkan barisan, serta menghadang segala bentuk upaya kekacauan.
"Kami dari barisan Prabowo-Gibran akan lawan itu. Kami akan hadang. Di tengah situasi geopolitik dunia yang tidak baik-baik saja, rakyat harus tetap solid menjaga persatuan," pungkasnya. (Tim)