Pemerintah Siap Tidak Naikkan BBM Bersubsidi hingga Desember, Menteri Keuangan: SAL Rp420 Triliun Jadi Bantalan

06 April 2026 SuperAdmin Dibaca 20 Kali Nasional

Jakarta – Menteri Keuangan menegaskan bahwa APBN 2026 masih dalam kondisi aman dan pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi hingga akhir tahun, meskipun harga minyak dunia menyentuh rata-rata USD 100 per barel. Pernyataan ini sekaligus membantah isu miring yang beredar bahwa anggaran subsidi hanya cukup untuk 2 minggu atau akan habis pada Juli 2026.

Menteri Keuangan merespons keras isu yang menyebutkan bahwa dirinya tidak bisa menghitung anggaran dan klaim bahwa uang subsidi hanya tersisa untuk dua minggu. Dalam paparannya di hadapan Komisi XI, ia membeberkan sejumlah data dan skenario ketahanan fiskal.

“Saya sudah menghitung anggaran sejak tahun 2002, 2003, 2005 secara detail. Bahkan saat kenaikan BBM 126% di tahun 2005, saya hitung line per line dampaknya. Jadi saya tegaskan, saya bisa hitung,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemerintah telah melakukan uji tekanan (exercise) dengan tiga skenario harga minyak: USD 80, USD 90, dan USD 100 per barel. Dengan asumsi rata-rata USD 100 hingga akhir tahun 2026, APBN disebut tetap aman dan tidak ada rencana kenaikan BBM bersubsidi.

Salah satu bantalan utama yang disorot adalah Sisa Anggaran Lebih (SAL) yang mencapai Rp420 triliun. Awalnya SAL diperkirakan lebih kecil, namun realitanya tidak bisa habis dan justru meningkat.

“Itu merupakan bantalan tersendiri jika harga minyak naik tak terkendali. Dari situ kita masih aman,” tegasnya.

Selain SAL, menteri tersebut juga mengungkapkan adanya tambahan ruang fiskal dari dana yang tidak terserap oleh kementerian/lembaga serta potensi peningkatan pendapatan negara dari kenaikan harga minyak dan batu bara dunia.

Dari sisi defisit, pemerintah memastikan tetap disiplin. “Dengan exercise tertentu, defisit anggaran bisa kita tekan masih di sekitar 2,92% dari PDB atau di bawah 3%,” jelasnya.

Menteri Keuangan mengakui bahwa isu negatif tentang anggaran yang akan habis pada Juli 2026 turut berasal dari oknum di lingkungan Kementerian Keuangan sendiri. Ia mengaku baru mengetahui hal tersebut dan menyayangkan penyebaran informasi yang meresahkan publik.

“Masyarakat tidak usah ribut, tidak usah takut. Kita sudah hitung. Subsidi sampai akhir tahun aman,” pungkasnya.

Ia berharap Komisi XI DPR terus memberikan dukungan agar pengelolaan anggaran tetap smooth ke depannya.

Kategori: Nasional
Tinggalkan Jejak Komentar