Tinggalkan Gaji Rp480 Juta per Bulan, Uni Ulta Lavenia Pilih Mengabdi di Pemerintahan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka

19 April 2026 SuperAdmin Dibaca 28 Kali Sosok

Keputusan berani diambil Uni Ulta Lavenia. Di tengah karier gemilang dengan penghasilan ratusan juta rupiah per bulan di luar negeri, ia memilih pulang ke Indonesia untuk mengabdi dalam pemerintahan. Langkah ini kini menjadi sorotan publik, terlebih setelah dirinya aktif tampil di berbagai media membahas isu strategis nasional, termasuk soal makar dan stabilitas negara.

JAKARTA — Nama Uni Ulta Lavenia belakangan kian dikenal publik sebagai salah satu figur muda yang berada di lingkaran pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Sebelum kembali ke Tanah Air, Uni diketahui memiliki karier internasional yang cemerlang. Ia bekerja di institusi global dengan penghasilan mencapai lebih dari 23.000 poundsterling per bulan. Jika dikonversikan, angka tersebut setara dengan sekitar Rp460 juta hingga Rp483 juta per bulan, atau lebih dari Rp5,5 miliar per tahun.

Namun, di tengah kenyamanan tersebut, Uni memilih jalan berbeda. Ia meninggalkan karier mapan di luar negeri dan memutuskan untuk kembali ke Indonesia demi mengabdi kepada negara.

“Pengabdian tidak selalu tentang apa yang kita terima, tetapi tentang apa yang bisa kita berikan untuk bangsa,” ujar Uni dalam salah satu kesempatan talk show di televisi nasional.

Dalam perannya saat ini, Uni Ulta Lavenia dinilai membawa perspektif global yang segar dalam mendukung kebijakan pemerintahan. Ia dikenal sebagai sosok yang tegas, komunikatif, dan mampu menjelaskan isu-isu kompleks dengan bahasa yang mudah dipahami publik.

Belakangan, Uni juga aktif muncul di berbagai program talk show media mainstream. Dalam sejumlah penampilannya, ia kerap menyoroti isu-isu krusial, termasuk dinamika sosial-politik terkait isu makar yang dinilai dapat mengancam stabilitas nasional.

Ia menegaskan bahwa masyarakat harus lebih bijak dalam menyikapi informasi di era digital.

“Kita tidak boleh mudah terprovokasi. Stabilitas negara adalah tanggung jawab bersama, dan hukum harus ditegakkan secara adil,” tegasnya.

Kehadiran Uni di ruang publik dinilai menjadi warna baru dalam komunikasi pemerintahan, khususnya dalam menjangkau generasi muda dan kalangan profesional.

Langkah Uni Ulta Lavenia meninggalkan penghasilan ratusan juta rupiah per bulan demi mengabdi kepada negara pun menuai beragam respons. Namun, bagi sebagian kalangan, keputusan tersebut mencerminkan semangat nasionalisme yang kuat di tengah arus globalisasi.

Dengan latar belakang internasional dan keberanian mengambil keputusan besar, Uni kini dipandang sebagai salah satu representasi generasi baru dalam pemerintahan Indonesia—adaptif, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan bangsa. (*)

Kategori: Sosok
Tinggalkan Jejak Komentar